Archive for December, 2006

jangan takut akan hujan

Monday, December 25th, 2006

Jangan resahkan bila hujan datang
Sebab bunga pasti rindukan dia

Senyumlah cantik engkau juwita
Seindah pelangi yang kan tiba
(wjp, 20 Nov 06: 20:38)

Itulah sepenggal sms yang kutrima, saat aku mengeluh padanya bahwa di yogya sedang turun hujan dan aku aku merasa sangat bosan karna terkurung di kamar…Ya wajarlah klo ujan terus-terusan namanya juga lagi musim ujan, apalagi musim ini dah ditunggu banyak orang mengingat yogya yang puanas beberapa bulan belakangan. Tapi namanya juga manusia!!! Panas ngeluh…hujan protes…susah memang…Padahal itu dah sebuah keteraturan dari yang di atas musim. Musim ujan emang kadang bikin sebel, kadang rencana yang dah dibuat jadi berantakan ato molor gara-gara terhambat ujan gede. Padahal sodara kita di beberapa tempat sampe saat ini masih belum tersentuh ujan dan masih kekurangan air (cek ke Desa Planjan, Saptosari, Gunung Kidul yang sampai penulisan blog ini baru 2 kali kena ujan gerimis)

Anw dah 3 hari berturut-turut aku keujanan…sabtu-minggu abis pulang dari Pucung selalu keujanan, senin kmaren pas mo ke kolam juga keujanan. Sebel juga abisna celana&jaket baru kluar dari lemari dah basah lagi…nambah kerjaan aja…Emang sih waktu mo berangkat slalu bawa jas ujan tapi aku pikir ngga nolong banyak deh, tetep basah semua!!!

Sore itu saat aku berteduh di gubuk di kolam, iseng-iseng aku buka inbox di hp. Walau dah hampir sebulan lalu dikirim tapi masih aja sms itu kesimpen di inbox. Sms ini ngerubah cara pandangku akan hujan, ternyata hujan itu cantik, hujan itu menyegarkan, hujan itu membawa kedamaian…jadi deh sisi childishnya kluar…maen ujan-ujan (setelah menyimpan barang-barang yang anti air–alias anti banget kena air–tentunya)…

Saat ini klo ada yang bilang "ati-ati mo ujan" aku slalu jawab "jangan takut akan hujan!!!"

suatu malam di bulan desember 2005

Tuesday, December 19th, 2006

setahun sudah peristiwa itu berlalu, malam terburuk yang pernah aku jalani slama 22 tahun perjalanan hidupku. Bukannya aku ngga mau melupakan malam itu dan melangkah maju, tapi bayang-bayangnya tetap ada. Ketakutan bahwa dia akan datang dan menghampiriku lagi selalu hadir. Aku memang naif…bodoh mungkin, aku pernah berpikir untuk membangun sebuah tembok agar peristiwa semacam itu tidak pernah terjadi padaku. Nyatanya…. Awal yang buruk untuk memulai tahun 2006. Aku kehilangan rasa percaya…pada diriku sendiri dan pada orang lain. Tahun ini aku harus belajar dari awal untuk mempercayai orang, memilih siapa yang bisa dipercaya-siapa yang tidak…bukan hanya berdasar emosi, tapi berdasar rasio. 2006 merupakan tahun yang berat, tapi aku yakin akan menutupnya dengan sebuah perayaan bahwa aku berhasil menjalani setiap hari dengan tersenyum–walau terkadang dipaksakan. Terimakasih untuk orang-orang yang selalu ada disekelilingku, yang tanpa kata-kata dapat meyakinkan aku bahwa mereka akan selalu ada untukku. God Bless You all…