suatu malam di bulan desember 2005

setahun sudah peristiwa itu berlalu, malam terburuk yang pernah aku jalani slama 22 tahun perjalanan hidupku. Bukannya aku ngga mau melupakan malam itu dan melangkah maju, tapi bayang-bayangnya tetap ada. Ketakutan bahwa dia akan datang dan menghampiriku lagi selalu hadir. Aku memang naif…bodoh mungkin, aku pernah berpikir untuk membangun sebuah tembok agar peristiwa semacam itu tidak pernah terjadi padaku. Nyatanya…. Awal yang buruk untuk memulai tahun 2006. Aku kehilangan rasa percaya…pada diriku sendiri dan pada orang lain. Tahun ini aku harus belajar dari awal untuk mempercayai orang, memilih siapa yang bisa dipercaya-siapa yang tidak…bukan hanya berdasar emosi, tapi berdasar rasio. 2006 merupakan tahun yang berat, tapi aku yakin akan menutupnya dengan sebuah perayaan bahwa aku berhasil menjalani setiap hari dengan tersenyum–walau terkadang dipaksakan. Terimakasih untuk orang-orang yang selalu ada disekelilingku, yang tanpa kata-kata dapat meyakinkan aku bahwa mereka akan selalu ada untukku. God Bless You all…

Leave a Reply